Kamis, 29 Januari 2026

Kecerdasan Anak

Kecerdasan Anak

Perkembangan kecerdasan adalah proses dinamis yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik (bawaan orang tua). 

Selain itu, didukung oleh faktor lingkungan, termasuk juga nutrisi, stimulasi, serta pola asuh orang tua. 

Mengingat dalam hal ini, periode emas (Golden Age) terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan hingga usia dini. 

Optimalisasi kecerdasan melibatkan stimulasi kognitif (berbicara, membaca), fisik, dan emosional, serta pemenuhan gizi seimbang..... 

In Frame
Kebersamaan

Minggu, 25 Januari 2026

Ujian Proposal Tesis

Ujian Proposal Tesis

Ujian proposal tesis atau seminar proposal (disingkat sempro) adalah sidang akademik untuk mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan rencana penelitian mahasiswa S-2 (Strata-2). 

Proposal yang diseminarkan, mulai dari bab I sampai III di hadapan dosen pembimbing dan penguji. Tujuannya adalah menilai kelayakan, urgensi, metodologi, dan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan penelitian kedepannya. 

Ujian ini berfokus pada apa yang akan diteliti, alasannya, dan metode yang digunakan sehingga memenuhi kelayakan..... 



In Frame
Seminar Proposal | Pascasarjana IAI Al-khoziny Sidoarjo

Jumat, 23 Januari 2026

Peran Lailatul Ijtima'

Peran Lailatul Ijtima'

Lailatul Ijtima' menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan berbagai kalangan masyarakat.

Mulai dari kalangan ulama, pengurus NU, hingga warga Nahdliyin biasa. Kegiatan ini sebetulnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam keorganisasian.

Yakni untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan Ukhuwah Nahdliyah (persaudaraan sesama warga NU)...... 

Semoga Bermanfaat.... 

In Frame
Kehangatan LI PCNU Sidoarjo

Di Bulan Sya'ban

Di Bulan Sya'ban 

Puncaknya tasawuf di bulan Sya'ban adalah merujuk pada momen spiritual tertinggi. 

Di mana seorang hamba seharusnya di bulan tersebut, hendaklah lebih giat melakukan pensucian jiwa (tazkiyatun nafs) secara intensif untuk menyambut bulan Ramadhan. 

Bahkan Sya'ban dianggap sebagai masa persiapan hati (madrasah ruhaniyah) untuk mencapai keikhlasan dan kedekatan tertinggi dengan Allah SWT, dengan puncaknya pada Malam Nisfu Sya'ban (pertengahan bulan) nanti....... 

Semoga Bermanfaat.... 

In Frame
Suatu Pengabdian

Kuliah Bukanlah Scam

Kuliah Bukanlah Scam 

Hangatnya perbincangan, pendidikan adalah scam di media sosial menyebabkan kegaduhan di jagat dunia maya. Setelah seorang kreator mengungkapkan dalam sebuah videonya yang lagi viral hingga saat ini. 

Mengingat dalam hitungan beberapa jam saja, memantik perdebatan yang sangat sengit. Bahkan banyak juga yang mengkritiknya secara pedas. 

Mengapa Kuliah bukanlah Scam? Alasan yang mendasar adalah: Mayoritas Perusahaan di Indonesia masih mengharuskan pelamar memiliki gelar sarjana sebagai syarat utama untuk bidang-bidang tertentu, Kuliah menyediakan lingkungan untuk memperlajari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mendalam di bidang tertentu,  Kampus menjadi tempat untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang menjadi modal berharga dalam karir bermasa depan d.s.t

simpulannya, kuliah bukanlah scam akan tetapi menjadi kuci kesuksesan bermasa depan........ 


Semoga Bermanfaat..... 


In Frame
PAI | Pascasarjana | IAI Al-khoziny | Sidoarjo

Senin, 19 Januari 2026

EPISTEMOLOGIS: Peristiwa Isra Mi’raj

EPISTEMOLOGIS: Peristiwa Isra Mi’raj

Menjadi suatu pelajaran kita bersama, bahwa yang namanya "Peristiwa Isra' Mi’raj" sering kali dipahami secara terbatas sebagai mukjizat fisik. 

Namun, terkait dengan peristiwa fenomenal tersebut jika dibedah secara epistemologis maka memunculkan pandangan dan ilmu baru yang kita dapat. 

Mengingat, peristiwa tersebut merupakan simbol transformasi manusia menuju kesempurnaan (insan kamil). 

Isra' Mi’raj memberikan landasan bahwa kesuksesan sejati adalah integrasi antara mobilitas vertikal (spiritual-intelektual) dan stabilitas horizontal (sosial-material)....... 


Semoga Bermanfaat.... 

In Frame
Suatu Pengabdian

Minggu, 18 Januari 2026

Luangkan, Kumpul & Refreshing Sejenak

Luangkan, Kumpul & Refreshing Sejenak

Kumpul refreshing sejenak, memiliki arti berkumpul santai bersama teman, sahabat, rekan kerja atau keluarga untuk menyegarkan pikiran dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari. 

Hal itu bisa kita lakukan dengan kegiatan sederhana seperti  makan-makan, ngopi, jalan santai, atau sekadar ngobrol, tujuannya mencegah burnout, meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan mental, dan memperkuat hubungan sosial.......


In Frame
Kumpul-Kumpul

Minggu, 11 Januari 2026

12.7 Sabar Dalam Menghadapi Ujian

Sabar Dalam Menghadapi Ujian

Menjadi seorang Muslim, sabar merupakan akhlak yang ditekankan untuk dimiliki orang yang beriman dalam menjalani kehidupan ini. Salah satu bentuk kesabaran yang perlu kita miliki adalah sabar dalam menghadapi ujian dari Allah Swt.

Tidak ada satu pun manusia yang luput dari ujian dari Allah Swt. Ada beberapa bentuk ujian kehidupan yang Allah berikan, antara lain ada yang diuji dengan kehilangan orang tercinta, ada yang diuji dengan sakit yang berkepanjangan, ada pula yang diuji dengan rezeki yang terasa sempit atau musibah yang datang tiba-tiba. Di masa sulit tersebut, akan sangat mudah membuat kita menjadi berputus asa, menanamkan prasangka, dan pada akhirnya menurunkan iman kita.

Maka yang harus kita lakukan adalah menjaga iman kita kepada Allah Swt. Bagaimana caranya? Kita hanya perlu sabar dan tawakal, bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita bergantung untuk keluar dari segala kesulitan.

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat 146).

Sabar bukan berarti hanya diam tanpa berusaha. Sabar adalah ikhlas menerima kenyataan yang berat, menahan lisan dari keluh kesah, serta tetap berusaha dengan cara yang diridhai Allah Swt.

Kita perlu menjadikan sabar sebagai benteng kita agar hati menjadi tenang dan langkah tetap terjaga. Bagi orang yang bersabar, ujian kehidupan merupakan peluang untuk belajar bersyukur dengan keyakinan bahwa Allah Swt mengetahui apa yang terbaik bagi umat-Nya.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Qur’an Surat Al-Insyirah Ayat 5-6).

Dari ayat di atas menunjukkan bahwa ketika kita mendapati kesulitan, pada saat yang sama Allah Swt memberikan lebih banyak kemudahan. Sebesar apa pun ujian yang datang, pertolongan Allah Swt lebih luas dan lebih dekat dari yang disangka. Dengan pemahaman tersebut, maka hati kita akan menjadi lebih lapang saat menghadapi ujian yang dirasa sulit dalam kehidupan ini.

Pada akhirnya, kita akan bertahan dari segala ujian atas izin Allah Swt. Semoga Allah menjadikan kita orang yang sabar dalam menghadapi segala ujian-Nya. 

Bersambung...... 

In Frame

Sekedar Berbagi


11.7 Kerukunan Dalam Islam

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al-Hujurat : 13).

Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeda-beda warna kulit bukan untuk saling mencemoohkan, tetapi supaya saling mengenal dan menolong. Allah tidak menyukai orang-orang yang memperlihatkan kesombongan dengan keturunan, kepangkatan, atau kekayaannya karena yang paling mulia di antara manusia di sisi Allah hanyalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya.

Dari ayat itupun jelaslah bahwa berbeda itu sebuah keniscayaan. Berbeda warna kulit, ras, suku bangsa, berbeda bahasa, berbeda adat budaya, dan bahkan berbeda agama dan keyakainan.

Yang terakhir ini, yang tadi saya sebutkan yakni berbeda agama dan keyakinan sering menjadi sebuah pemicu terjadi konflik baik vertical maupun horizontal. Saya yakin, perbedaan ras, suku dan budaya di tengah-tengah kemajemukan Indonesia sudah selesai. Tetapi berbeda agama dan keyakinan sekali lagi masih menjadi titik potensi konflik, yang sekali-kali bisa meletup ke permukaan. Oleh karenanya diperlukan kearifan dan kesadaran kolektif dari kita bersama bahwa berbeda itu sebuah keniscayaan atau dalam teks agama disebut dengan sunnatullah.

Sikap berlapang dada menerima segala perbedaan yang ada, dalam terminologi Islam dikenal dengan tasammuh atau lazim disebut toleransi. Kaitannya dengan perbedaan keyakinan agama, ada tiga macam kerukunan umat beragama. Yakni ; kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Bersambung...... 

In Frame

Sekedar Berbagi


10.7 Etos Kerja Seorang Muslim

Etos kerja adalah seperangkat nilai yang menekankan pentingnya kerja keras dan dedikasi dalam menjalankan tugas. Bagi seorang Muslim, etos kerja bukan hanya tentang profesionalisme dan produktivitas, tetapi juga merupakan manifestasi dari iman dan ketaatan kepada Allah. Dalam Islam, bekerja adalah bentuk ibadah, dan seorang Muslim diperintahkan untuk bekerja dengan penuh semangat, kejujuran, dan integritas.

Islam mengajarkan bahwa bekerja adalah bagian integral dari kehidupan seorang Muslim. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang bekerja keras.” (HR. Tirmidzi). Pekerjaan tidak hanya dilihat sebagai cara untuk mencari nafkah, tetapi juga sebagai sarana untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan mendapatkan ridha Allah. Al-Quran juga menekankan pentingnya bekerja keras dan jujur dalam mencari rezeki. Dalam Surah Al-Mulk ayat 15, Allah berfirman, “Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Dalam Islam, terdapat beberapa prinsip penting yang melanjadi adanya etos kerja ini. Pertama, Kejujuran dan Integritas, Seorang Muslim harus selalu jujur dan berintegritas dalam bekerja. Kejujuran adalah nilai utama yang diajarkan dalam Islam. Dalam Surah Al-Isra ayat 34, Allah mengingatkan agar tidak mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik hingga mereka dewasa. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kejujuran dan amanah dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam pekerjaan.

Kedua, Kerja Keras dan Ketekunan. Kerja keras adalah salah satu pilar utama etos kerja Muslim. Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras dan tekun dalam menjalankan tugas. Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam hal ini. Beliau bekerja keras dalam menyebarkan ajaran Islam dan menjalankan berbagai aktivitas ekonomi. Kisah-kisah para sahabat juga penuh dengan contoh-contoh kerja keras dan dedikasi.

Ketiga, Kedisiplinan dan Tanggung Jawab. Disiplin dan tanggung jawab adalah aspek penting dalam etos kerja seorang Muslim. Seorang Muslim harus tepat waktu, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang jika melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (profesional dan sempurna).” (HR. Thabrani).

Keempat, Kerja Sama dan Kepedulian Sosial. Islam mengajarkan pentingnya bekerja sama dan peduli terhadap sesama. Dalam bekerja, seorang Muslim harus mampu bekerja sama dengan baik dengan rekan kerja dan memiliki kepedulian sosial. Zakat dan sedekah adalah contoh konkret dari ajaran Islam yang mendorong kepedulian terhadap orang lain dan kontribusi positif terhadap masyarakat.

Kelima, Keseimbangan antara Kehidupan Dunia dan Akhirat. Seorang Muslim dituntut untuk menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Pekerjaan harus dilakukan dengan niat yang baik dan tidak boleh mengabaikan kewajiban ibadah. Dalam Surah Al-Qasas ayat 77, Allah berfirman, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.”

BERSAMBUNG.... 

In Frame

Sekedar Berbagi


Jumat, 09 Januari 2026

"Kesalehan pribadi dan kecerdasan intelektual"

"Kesalehan pribadi dan kecerdasan intelektual"

Kesalehan pribadi dan kecerdasan intelektual adalah dua dimensi penting dalam kehidupan manusia..... 

Meskipun berbeda, dapat saling melengkapi dan memperkaya..... 

Sedangkan kecerdasan intelektual mengacu pada kemampuan kognitif seseorang untuk berpikir, belajar, memecahkan masalah, dan memahami ide-ide kompleks..... 


Semoga Bermanfaat.... 

In Frame
Sekedar Berbagi

Pendidikan Islam, Bermasa Depan

Pendidikan Islam, Bermasa Depan

Kehadiran mata kuliah Pendidikan Islam di perguruan tinggi adalah bagian dari menciptakan atmosfer masa depan yang unggul, religius, dan berdaya saing.

Oleh karena itu dengan kurikulumnya yang moderat, inklusif, dan relevan dengan tantangan globalisasi serta digitalisasi, diharapkan mampu mencetak lulusan berkarakter kuat, intelektual, dan berdaya saing global...... 


Semoga Bermanfaat.... 

In Frame
Nautika IB | Poltek Pelayaran Surabaya

Kamis, 01 Januari 2026

Diantara Relasi Kebersamaan

Diantara Relasi Kebersamaan

Pentingnya membangun kebersamaan sangatlah relevan dalam konteks pengembangan matakuliah. 

Sebab kolaborasi dan kerja tim dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas proses pembelajaran kedepannya. 

Diantara aspek pentingnya kebersamaan ini meliputi: pengembangan matakuliah, inovasi pedagogis, dukungan timbal balik, konsistensi dan standardisasi d.s.t


Semoga Bermanfaat.... 


In Frame
Dosen Aswaja UNUSIDA