Kamis, 25 Desember 2025

Bulan Rajab

Bulan Rajab

Sebagai salah satu bulan haram, bulan Rajab memiliki keistimewaan di mana perbuatan dosa dianggap lebih berat konsekuensinya, namun amal saleh juga dilipatgandakan pahalanya.

Dalam hal ini Ibnu Rajab pengarang kitab lathaiful ma'arif pernah menyampaikan, bahwa bulan Rajab itu kuncinya bulan Sya'ban dan bulan Ramadhan. 

Oleh karena itu, di dalam bulan tersebut kita seharusnya banyak-banyak  Muhasabah (mencari kesalahan diri), Mu'atabah (mengakui kesalahan diri), dan Muraqobah (Merasa selalu diawasi Allah). 

Sehingga di bulan-bulan berikutnya semakin semangat dan istiqamah melakukan banyakn hal kebaikan.... Aamiin.... 


In Frame
Sekedar Berbagi

Kuasai, Bidang Keilmuan

Kuasai, Bidang Keilmuan

Bidang keilmuan tertentu sangat penting untuk kita kuasai. Sebab bidang keilmuan tersebut akan menjadi kunci kesuksesan kita baik dunia maupun akhirat. 

Termasuk bisa membantu kita memahami kepentingan dunia, membedakan benar dan salah, meningkatkan kualitas hidup, dan memuliakan derajat seseorang di sisi Allah Swt. 

Dalam konteks agama, ilmu membimbing ibadah agar benar, membangun peradaban, serta menjadi landasan untuk mencapai kebahagiaan duniawi dan kebahagiaan abadi di akhirat, bahkan menjadi jalan menuju surga kelak.

Semoga Bermanfaat.... 

In Frame
Nilai Kebersamaan

Kamis, 18 Desember 2025

Ilmu dan Kebodohan Spiritual

Ilmu dan Kebodohan Spiritual 

Ilmu dan kebodohan spiritual itu sebetulnya berlawanan. Ilmu (terutama ilmu agama/spiritual) adalah penerang yang membawa kebijaksanaan, kedamaian, dan arah hidup.

Sementara kebodohan spiritual adalah kegelapan batin yang melahirkan kecemasan, ketidakmampuan mengenali makna hidup, cinta dunia berlebihan, dan kesesatan moral, meskipun seseorang mungkin punya banyak ilmu dunia (intelektual). 

Kebodohan spiritual bukan kurangnya pengetahuan, tapi ketidakmampuan menggunakan akal dan pengetahuan untuk berhubungan dengan Tuhan dan nilai-nilai hakiki, yang menyebabkan mudah terjebak dalam kerusakan moral dan kesesatan. 


Semoga Bermanfaat.... 


In Frame
Sekedar Berbagi

Senin, 08 Desember 2025

12.6 Dalil Demokrasi

12.6 Dalil Demokrasi

Dalil demokrasi dalam Islam merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis yang mendukung prinsip-prinsip seperti musyawarah (syura), keadilan ('adalah), amanah, persamaan (musawah), dan kebebasan berpendapat (hurriyyah), seperti pada QS. Asy-Syura (42): 38 tentang musyawarah dan QS. An-Nisa (4): 58 tentang amanah, serta Hadis tentang kepemimpinan dan tanggung jawab, yang semuanya relevan dengan semangat partisipasi dan pengambilan keputusan bersama dalam demokrasi modern. 

Semoga Bermanfaat.... 


#TUGAS HARI INI
Tuliskan Surat Asy-Syura ayat 38 beserta artinya!...... 


Terima Kasih

11.6 Dalil Larangan Minuman Keras

11.6 Dalil Larangan Minuman Keras

Dalil utama larangan minuman keras (khamr) ada di Al-Qur'an (Al-Maidah ayat 90-91) yang menyebutnya perbuatan keji setan yang menimbulkan permusuhan dan melalaikan zikir serta salat, serta Hadis Nabi yang melaknat khamr dan semua pihak yang terlibat di dalamnya (peminum, penjual, pembuat, dll.) karena khamr adalah induk keburukan yang merusak akal dan membawa pada maksiat lain, seperti zina dan pembunuhan. 


Semoga Bermanfaat.... 


#TUGAS HARI INI
Tulis Surat Al-Maidah ayat 90-91 beserta artinya!...... 


Terima Kasih

10.6 Dalil Adab Berpakaian

10.6 Dalil Adab Berpakaian 

Dalil adab berpakaian dalam Islam mencakup perintah menutup aurat (QS. Al-Ahzab: 59, QS. An-Nur: 31), membedakan pakaian laki-laki dan perempuan (HR. Bukhari), larangan sutra dan emas bagi laki-laki (HR. An-Nasa'i, HR. Muslim), kebersihan sebagian dari iman (HR. Muslim), serta doa saat berpakaian (HR. Abu Daud), semua bertujuan menjaga kehormatan diri dan ketaatan kepada Allah SWT. 



Semoga Bermanfaat..... 



#TUGAS HARI INI
Tuliskan Surah Al-Ahzab ayat 59 dan Surah An-Nur ayat 31beserta artinya!...... 


Terima Kasih....

9.6 Dalil Hormat Kepada Orang Tua

9.6 Dalil Hormat Kepada Orang Tua


Dalil hormat kepada orang tua banyak terdapat dalam Al-Qur'an (seperti QS. Al-Isra ayat 23 yang menyandingkan ketaatan pada Allah dengan berbuat baik pada orang tua, QS. Al-Ahqaf ayat 15 tentang syukur atas pengorbanan mereka, dan QS. Al-Baqarah ayat 83), serta hadis Nabi Muhammad SAW, seperti hadis tentang ridha Allah terletak pada ridha orang tua (HR. Tirmidzi) dan hadis yang menekankan pentingnya berbakti untuk umur panjang dan rezeki (HR. Ahmad). Ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah perintah utama setelah tauhid (mengesakan Allah). 

Semoga Bermanfaat.... 


#TUGAS HARI INI 
Tuliskan Surah Al-Isra ayat 23  beserta artinya!...... 


Terima kasih

7.6 Hadits keutamaan shalat berjamaah

7.6 Hadits keutamaan shalat berjamaah

Hadits tentang keutamaan shalat berjamaah sangat banyak, intinya pahalanya dilipatgandakan (27 derajat atau lebih) dibanding shalat sendirian, mengampuni dosa, meninggikan derajat, didoakan malaikat saat menunggu shalat, dan terhindar dari sifat munafik, dengan hadits paling terkenal adalah dari Ibnu Umar RA: "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat" (HR. Bukhari-Muslim). 


Semoga Bermanfaat.... 

#TUGAS HARI INI
Silakan tuliskan hadits keutamaan shalat berjamaah beserta artinya!.... 


Terima Kasih

8.6 Dalil Sholat Berjamaah

8.6 Dalil Sholat Berjamaah

Dalil sholat berjamaah di antaranya adalah perintah langsung dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 43 dan banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan keutamaannya, seperti keutamaan pahala 27 derajat lebih baik daripada sholat sendirian dan perintah untuk tidak meninggalkan sholat jamaah di masjid tanpa udzur. 

Semoga Bermanfaat..... 


#TUGAS HARI INI
Tuliskan Surah Al-Baqarah ayat 43 beserta artinya!...... 

Terima Kasih

Kamis, 04 Desember 2025

Ajaran Sufi Syekh Abu Abbas Al-Mursi

Ajaran Sufi Syekh Abu Abbas Al-Mursi


Syekh Abu Abbas Al-Mursi hidup dari tahun 1219 hingga 1287 M (619-686 H), dan merupakan seorang wali yang berasal dari Murcia, Al-Andalus, yang kemudian pindah ke Alexandria, Mesir. 

Beliau dikenal sebagai pengganti Syekh Abu al-Hasan as-Syadzili sebagai mursyid tarekat Syadziliyah. 

Ajaran Syekh Abu Abbas Al-Mursi menekankan empat kewajiban utama manusia: bersyukur saat mendapat nikmat, bersabar saat mendapat musibah, segera bertobat saat berbuat maksiat dan meyakini anugerah Allah saat taat. 

Beliau juga menekankan pentingnya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, bertawakal dengan tetap berusaha, serta kedudukan seorang mukmin di sisi Allah yang tidak selalu bergantung pada ketenaran di dunia, melainkan pada penilaian Allah di akhirat.

Semoga Bermanfaat.... 


In Frame
Sekedar Berbagi

Senin, 01 Desember 2025

12.5 Demokrasi Dalam Al-Qur’an

12.5 Demokrasi Dalam Al-Qur’an

Di dalam al-Qur’an terdapat banyak ayat yang terkait dengan prinsip-prinsip utama demokrasi, antara lain QS. Ali Imran: 159 dan al-Syura: 38 (yang berbicara tentang musyawarah); al-Maidah: 8; al-Syura: 15 (tentang keadilan); al-Hujurat: 13 (tentang persamaan); al-Nisa’: 58 (tentang amanah); Ali Imran: 104 (tentang kebebasan mengkritik); al-Nisa’: 59, 83 dan al-Syuro: 38 (tentang kebebasan berpendapat) dst. 

Jika dilihat basis empiriknya, menurut Aswab Mahasin7, agama dan demokrasi memang berbeda. Agama berasal dari wahyu sementara demokrasi berasal dari pergumulan pemikiran manusia. Dengan demikian agama memiliki dialeketikanya sendiri. Namun begitu menurut Mahasin, tidak ada halangan bagi agama untuk berdampingan dengan demokrasi. Sebagaimana dijelaskan di depan, bahwa elemen-elemen pokok demokrasi dalam perspektif Islam meliputi: as-syura, al-musawah, al-‘adalah, al-amanah, al-masuliyyah dan al-hurriyyah. Kemudian apakah makna masing-masing dari elemen tersebut? 

As-Syura, Syura merupakan suatu prinsip tentang cara pengambilan keputusan yang secara eksplisit ditegaskan dalam al-Qur’an. Misalnya saja disebut dalam QS. As-Syura: 38: “Dan urusan mereka diselesaikan secara musyawarah di antara mereka”. 

Dalam surat Ali Imran:159 dinyatakan:   “Dan bermusayawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”. Dalam praktik kehidupan umat Islam, lembaga yang paling dikenal sebagai pelaksana syura adalah ahl halli wa-l‘aqdi pada zaman khulafaurrasyidin. Lembaga ini lebih menyerupai tim formatur yang bertugas memilih kepala negara atau khalifah. 

Jelaslah bahwa musyawarah sangat diperlukan sebagai bahan pertimbanagan dan tanggung jawab bersama di dalam setiap mengeluarkan sebuah keputusan. Dengan begitu, maka setiap keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan menjadi tanggung jawab bersama. 

Sikap musyawarah juga merupakan bentuk dari pemberian penghargaan terhadap orang lain karena pendapat-pendapat yang disampaikan menjadi pertimbangan bersama. Begitu pentingnya arti musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara, sehingga Nabi sendiri juga menyerahkan musyawarah kepada umatnya.

#TUGAS HARI INI
SILAKAN DIBACA DAN DISIMPULKAN! 

TERIMA KASIH.... 

11.5 Hukum Minum Minuman Keras dalam Al-Qur’an & Al-Hadis

11.5 Hukum Minum Minuman Keras dalam Al-Qur’an & Al-Hadis

Hukum minum minuman keras dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an secara bertahap. Pada awalnya, Allah menyinggung tentang keburukannya dan manfaatnya, namun menegaskan bahwa keburukannya lebih besar dari manfaatnya (QS. Al-Baqarah: 219). Ini menjadi fase awal larangan minuman keras dalam Islam.

Dalam ayat selanjutnya, Allah melarang orang-orang beriman untuk mendekati shalat dalam keadaan mabuk (QS. An-Nisa: 43). Ini menunjukkan bahwa kondisi mabuk dapat mengganggu kesadaran dan kekhusyukan dalam beribadah. Ayat ini menjadi peringatan penting terhadap hukum minum minuman keras dalam kaitannya dengan ibadah.

Puncaknya terdapat dalam QS. Al-Ma’idah: 90-91 yang menyatakan secara eksplisit bahwa khamar (minuman keras) adalah rijsun min ‘amali syaithan (kotoran dari perbuatan setan), dan umat Islam diperintahkan untuk menjauhinya. Ini adalah ayat yang paling tegas dalam menjelaskan hukum minum minuman keras dalam Islam.

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dari pekerjaan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma'idah: 90)

Dengan turunnya ayat ini, para sahabat Nabi pun langsung memusnahkan segala bentuk minuman keras yang mereka miliki. Tindakan ini menjadi bukti bahwa mereka sangat memahami betapa seriusnya hukum minum minuman keras dalam pandangan Islam.

Oleh sebab itu, tidak ada lagi keraguan bahwa hukum minum minuman keras adalah haram secara mutlak dan merupakan bagian dari dosa besar yang harus dijauhi oleh setiap Muslim yang ingin menjaga keimanan dan kesucian hidupnya.

#Hadis Rasulullah tentang Hukum Minum Minuman Keras

Selain Al-Qur’an, hadis-hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan hukum minum minuman keras sebagai perbuatan yang diharamkan. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap khamar itu haram.” (HR. Muslim)

Hadis ini memberikan pemahaman bahwa apapun jenis zat yang memabukkan, maka termasuk dalam kategori khamar dan terkena hukum minum minuman keras sebagai haram. Tidak hanya minuman, tetapi juga zat-zat seperti narkotika yang memberikan efek memabukkan pun termasuk dalam larangan ini.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: "Allah melaknat khamar, peminumnya, penuangnya, penjualnya, pembelinya, pembawanya, yang dibawakan untuknya, pembuatnya, dan pemesannya.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Ini menunjukkan betapa luas dan tegasnya hukum minum minuman keras dalam Islam, bahkan bagi yang hanya terlibat secara tidak langsung.

Rasulullah juga pernah bersabda bahwa peminum khamar tidak diterima shalatnya selama 40 hari (HR. Ibnu Majah). Hal ini mengisyaratkan bahwa hukum minum minuman keras sangat mempengaruhi kondisi spiritual seorang Muslim, bahkan ibadahnya bisa tertolak karena perbuatan itu.

Hikmah dari hadis-hadis ini adalah untuk menjaga umat dari bahaya besar yang ditimbulkan oleh minuman keras. Islam menginginkan umatnya sehat, cerdas, dan memiliki kontrol diri yang kuat, sesuatu yang tidak bisa dicapai jika seseorang melanggar hukum minum minuman keras.

Dengan demikian, mengikuti tuntunan Rasulullah adalah kunci untuk menjauhkan diri dari perilaku tercela ini dan meraih keselamatan dunia dan akhirat.


#TUGAS HARI INI
SILAKAN DIBACA DAN DISIMPULKAN

TERIMA KASIH..... 

10.5 Adab Dalam Berpakaian

10.5 Adab Dalam Berpakaian

1. Gunakan pakaian yang halal
2. Tidak menyerupai lawan jenis
3. Memulai dari sebelah kanan
4. Tidak menyerupai pakaian orang kafir
5. Bukan merupakan pakaian ketenaran
6. Doa memakai pakaian

Adab-Adab Khusus Bagi Wanita
1. Menutup aurat wanita
2. Tidak berfungsi sebagai perhiasan
3. Kainnya tebal tidak tipis dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh
4. Tidak diberi pewangi atau parfum
5. Lebar dan longgar

Adab Khusus Bagi Laki-Laki
1. Menutup aurat
2. Tidak memakai emas
3. Tidak memakai sutra
4. Hendaknya tidak isbal

Pakaian adalah salah satu nikmat Allah Ta’ala. Allah jadikan manusia memiliki pakaian-pakaian yang memberikan banyak maslahah untuk manusia. Allah Ta’ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan” (QS. Al A’raf: 32)

Dan Islam juga menuntunkan beberapa adab berpakaian muslim untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia dalam berpakaian. Diantaranya kami jelaskan pada pemaparan singkat berikut ini.

Adab Umum Dalam Berpakaian
1. Gunakan pakaian yang halal
Adab berpakaian muslim yang pertama, hendaknya pakaian yang digunakan halal bahannya, juga halal cara mendapatkannya serta halal harta yang digunakan untuk mendapatkan pakaian tersebut. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ، فَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا، إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ} وَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya apa yang Allah perintahkan kepada orang mukmin itu sama sebagaimana yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para Rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amalan shalih’ (QS. Al Mu’min: 51). Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik yang telah Kami berikan kepadamu’ (QS. Al Baqarah: 172). Lalu Nabi menyebutkan cerita seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan panjang, hingga sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Ia menengadahkan tangannya ke langit dan berkata: ‘Wahai Rabb-ku.. Wahai Rabb-ku..’ padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim no 1015).

Ibnu Daqiq Al Id rahimahullah menjelaskan:

وفيه الحث على الإنفاق من الحلال، والنهي عن الإنفاق من غيره، وأن المأكول والمشروب والملبوس ونحوهما ينبغي أن يكون حلالًا خالصًا لا شبهة فيه

“Dalam hadits ini terdapat motivasi untuk berinfaq dengan harta yang halal. Dan terdapat larangan untuk berinfaq dengan harta yang tidak halal. Dan bahwasanya makanan, minuman serta pakaian hendaknya dari yang halal 100% tidak ada syubhat di dalamnya” (Syarah Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 42).

2. Tidak menyerupai lawan jenis
Adab berpakaian muslim yang kedua, tidak diperbolehkan menyerupai lawan jenis dalam bertingkah-laku, berkata-kata, dan dalam semua perkara demikian juga dalam hal berpakaian. Laki-laki tidak boleh menyerupai wanita, demikian juga sebaliknya. Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).

Dalam riwayat lain dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhu, ia berkata:

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ النِّسَاءِ وَقَالَ أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang kebanci-bancian dan para wanita yang kelaki-lakian”. Dan Nabi juga bersabda: “keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian!” (HR. Bukhari no. 5886).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

ثلاثةٌ لا يَدخلُونَ الجنةَ: العاقُّ لِوالِدَيْهِ ، و الدَّيُّوثُ ، ورَجِلَةُ النِّساءِ

“Tidak masuk surga orang yang durhaka terhadap orang tuanya, ad dayyuts, dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubra 10/226, Ibnu Khuzaimah dalam At Tauhid 861/2, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’, 3063).

Maka hendaknya para lelaki gunakan pakaian yang dikenal sebagai pakaian lelaki, demikian juga wanita hendaknya gunakan pakaian yang dikenal sebagai pakaian wanita.

3. Memulai dari sebelah kanan
Adab berpakaian muslim yang ketiga, hendaknya memulai memakai pakaian dari sebelah kanan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anha, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya” (HR. Bukhari no. 168).

4. Tidak menyerupai pakaian orang kafir
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

“Orang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebut” (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di ‘Umdatut Tafsir, 1/152).

Disebut menyerupai orang kafir jika suatu pakaian menjadi ciri khas orang kafir. Adapun pakaian yang sudah menjadi budaya keumuman orang, tidak menjadi ciri khas orang kafir, maka tidak disebut menyerupai orang kafir walaupun berasal dari orang kafir. Inilah adab berpakaian muslim yang keempat.

5. Bukan merupakan pakaian ketenaran
Adab berpakaian muslim yang kelima, hendaknya pakaian yang digunakan bukan pakaian yang termasuk libas syuhrah. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud no.4029, An An Nasai dalam Sunan Al-Kubra no,9560, dan dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami no.2089).

Asy Syaukani menjelaskan:

والحديث يدل على تحريم لبس ثوب الشهرة، وليس هذا الحديث مختصاً بنفس الثياب، بل قد يحصل ذلك لمن يلبس ثوباً يخالف ملبوس الناس من الفقراء ليراه الناس فيتعجبوا من لباسه ويعتقدوه. قاله ابن رسلان. وإذا كان اللبس لقصد الاشتهار في الناس، فلا فرق بين رفيع الثياب ووضيعها، والموافق لملبوس الناس والمخالف. لأن التحريم يدور مع الاشتهار

“Hadits ini menunjukkan haramnya memakai pakaian syuhrah. Dan hadits ini tidak melarang suatu jenis pakaian, namun efek yang terjadi ketika memakai suatu pakaian tertentu yang berbeda dengan keumuman masyarakat yang miskin, sehingga yang memakai pakai tersebut dikagumi orang-orang. Ini pendapat Ibnu Ruslan. Dan juga pakaian yang dipakai dengan niat agar tenar di tengah masyarakat. Maka bukan perkaranya apakah pakaian itu sangat bagus atau sangat jelek, ataukah sesuai dengan budaya masyarakat ataukah tidak, karena pengharaman ini selama menimbulkan efek ketenaran” (Dinukil dari Mukhtashar Jilbab Mar’ah Muslimah, 1/65).

6. Doa memakai pakaian
Adab berpakaian muslim yang keenam, hendaknya ketika memakai pakaian membaca doa berikut:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillahilladzi kasaaniy hadzats tsauba wa rozaqonihi min ghoiri hawlin minniy wa laa quwwah

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Abu Daud no. 4023. Dihasankan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)


#TUGAS HARI INI
SILAKAN DIBACA DAN DISIMPULKAN! 

TERIMA KASIH..... 

9.5 Cara Menghormati Orang Tua dan Guru dalam Kehidupan Sehari-hari

9.5 Cara Menghormati Orang Tua dan Guru dalam Kehidupan Sehari-hari


Orang tua dan guru adalah orang-orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, Sobat Pintar. Orang tua adalah orang yang melahirkan, merawat, dan mendidik kita sejak bayi hingga dewasa dengan penuh kasih sayang. 

Sedangkan guru adalah orang yang telah mendidik dan mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat sehingga menjadi bekal bagi kita untuk menggapai cita-cita. Itulah alasan mengapa kita harus menghormati orang tua dan guru.

Anjuran untuk menghormati orang tua dan guru juga disampaikan dari sudut pandang agama karena sikap ini merupakan sikap baik yang wajib diterapkan oleh setiap anak. 

Alasan Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua dan Guru. Ada banyak cara menghormati orang tua dan guru. Memuliakan orang tua dan memuliakan guru tidak harus dengan cara-cara yang luar biasa atau selalu menunjukkan rasa takut. Menghormati orang tua dan guru juga bisa dilakukan dengan tindakan sederhana. Sebelum membahas cara kita menghormati seorang guru dan juga orang tua, berikut ini adalah alasan mengapa kita harus senantiasa menghormati dan menghargai orang tua dan guru:

1. Anjuran Agama
Tuhan, Pencipta alam semesta, memerintahkan semua manusia untuk selalu berbakti terhadap orang tua dan guru sampai kapanpun. Dalam pelajaran Agama di Sekolah, kajian-kajian di luar sekolah, sampai dalam buku-buku keagamaan banyak ditemukan berbagai anjuran untuk senantiasa menunjukkan sikap menghormati dan menyayangi orang tua dan guru-guru kita.

Bahkan doa-doa dari orang tua dan guru dinilai memiliki peran yang penting dalam keberhasilan kita. Pernah dengar kan ungkapan “surga di telapak kaki ibu”,  “Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua” atau “ilmu yang bermanfaat akan kita dapat jika kita menghormati guru”?

2. Salah satu bentuk sikap berbakti
Perilaku menghormati orang tua dan guru merupakan salah satu wujud sikap berbakti kepada mereka. Bersikap lembut dan selalu menunjukkan bahwa kita hormat dan patuh terhadap segala nasehatnya tentu akan membuat mereka merasa senang dan mengikhlaskan segala jerih payahnya dalam membesarkan dan mendidik kita. 

3. Wujud rasa terima kasih atas jasa-jasanya 
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang tua dan guru memiliki andil besar dalam kehidupan kita. Orang tua sangat berperan dalam merawat, menjaga, dan mendidik anaknya sejak lahir hingga beranjak dewasa. Dan peran guru adalah mengajar dan mendidik murid-muridnya dengan kasih sayang. Orang tua dan guru berperan mengukir jalan masa depan. Jasa yang tak ternilai harganya ini harus selalu diingat sepanjang masa.

Bagaimana Cara Menghormati Orang Tua dan Guru?

Setelah mengetahui mengapa harus sikap menghormati, menyayangi orang tua dan juga guru, sekarang saatnya membahas cara menghormati dan mematuhi orang tua saat masih hidup maupun ketika sudah meninggal dan menghargai guru serta menghargai guru.


#Contoh Perilaku Menghormati Kedua Orang Tua. Sebab, orang tua dan guru adalah orang yang bejasa dalam kehidupan kita sehingga harus dihormati dan disayangi. Diantara contohnya sebagaimana berikut ini:

1. Melaksanakan nasihat dan perintah orang tua
Cara menghormati orang tua yang dapat kamu lakukan adalah dengan melaksanakan nasihat dan perintah orang tua. Pada dasarnya tidak ada orang tua yang menginginkan keburukan bagi anaknya. Selama nasihat yang disampaikan tidak melanggar aturan agama atau hukum yang berlaku, maka sebagai anak yang baik harus melaksanakan perintah dan nasihat yang mereka berikan.

2. Merawat dengan orang tua dengan penuh keikhlasan dan kesabaran
Dengan bertambahnya usia orang tua, maka kita memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaga mereka.

3. Berkata halus dan sopan
Salah satu wujud penghormatan kita kepada orang tua adalah dengan selalu berkata lemah lembut dan sopan. Meskipun terkadang orang tua juga melakukan kesalahan, kita harus tetap menjaga sopan santun. Jangan sampai berkata atau bertindak kasar yang menyakiti hati mereka.

4. Berbuat baik kepada orang tua
Orang tua juga manusia, mereka pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Apapun yang mereka lakukan, kita tetap wajib untuk berbuat baik kepada mereka. Sebagai anak tidak boleh menelantarkan mereka apalagi jika mereka sudah tua dan membutuhkan perhatian dan perawatan dari anak-anaknya.

5. Mendoakan orang tua
Contoh bentuk sikap menghormati, menghargai, dan menyayangi orang tua baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal adalah dengan mendoakan mereka. 

6. Menjaga nama baik orang tua
Segala sikap dan tindak tanduk kita pasti akan selalu dihubungkan dengan orang tua. Oleh karena itu, kita perlu untuk berhati-hati dalam bersikap dan bertindak sehingga tidak mencoreng nama baik mereka.

#Contoh Perilaku Menghormati Guru antara lain sebagaimana berikut ini:
1. Memuliakan dan tidak meremehkan mereka
Bapak dan Ibu guru telah mencurahkan segala ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya untuk kita. Sudah sepatutnya kita menghormati mereka, memuliakan mereka, dan mendoakan mereka selalu.

2. Mengamalkan ilmunya dan membaginya kepada orang lain
Ilmu yang bermanfaat merupakan amal jariyah bagi seorang guru. Dengan mengamalkan dan membagikannya ilmu yang telah diberikan di jalan kebaikan, akan menjadi jalan pahala bagi Bapa Ibu guru kita.

3. Tidak bertindak kasar, menipu, atau membuka aib guru
Seperti orang tua, guru juga adalah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan sampai menjadikan kekurangan guru sebagai celah untuk memperdaya mereka atau mengumbarnya kepada siapa saja. Jika ingin mengingatkan lakukan dengan cara yang baik dan sopan.

4. Bersikap sabar terhadap guru
Setiap orang, termasuk guru, memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tidak jarang karakter dan kebiasaan guru tidak sesuai dengan kita inginkan. Hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk bertindak tidak sopan atau bahkan kurang ajar terhadap guru. Berusaha bersikap sabar menghadapinya dan menjaga rasa hormat kita akan membuat mereka ridho akan ilmu yang diberikan sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat.

5. Selalu mendengarkan perkataan guru
Ketika guru sedang mengajar atau memberikan nasihat, haruslah kita dengarkan dengan seksama. Jangan sampai menunjukkan sikap tidak sopan dengan mengabaikan mereka atau acuh tidak acuh seperti berpaling atau menoleh tanpa keperluan jelas saat guru berbicara.


#TUGAS HARI INI

SILAKAN DIBACA DAN DISIMPULKAN! 

TERIMA KASIH

8.5 Membaca Al Quran Adalah Perdagangan yang Tidak Pernah Merugi

8.5 Membaca Al Quran Adalah Perdagangan yang Tidak Pernah Merugi


Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan. 
Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at
Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al Quran. 

Diantara keutamaan membaca Al Qur’an, Ini penting untuk dibahas karena ada sebagian orang beranggapan seperti di bawah ini.

“Sebagian orang malas membaca Al Quran padahal di dalam terdapat petunjuk untuk hidup di dunia.”

“Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar.”

“Sebagian orang merasa tidak sanggup belajar Al Quran karena sulit katanya, padahal membacanya sangat mudah dan sangat mendatangkan kebaikan.”

Mari perhatikan keutamaan membaca Al Qur’an berikut.

(1)Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

قال قتادة رحمه الله: كان مُطَرف، رحمه الله، إذا قرأ هذه الآية يقول: هذه آية القراء

“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).

Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata,

أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها

“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).

Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran?

Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).

Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. 

Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak. 

Kebaikan akan menghapuskan kesalahan.
{إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ} [هود: 114]

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)

(2)Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah.

عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»

“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

(3)Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dalam shalat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).


#TUGAS HARI INI

SILAKAN DI BACA DAN DISIMPULKAN! 

TERIMA KASIH..... 

7.5 Mendirikan Sholat Berjamaah

7.5 Mendirikan Sholat Berjamaah

Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat, artinya, kedudukan shalat sangat tinggi bila dibandingkan dengan ibadah lainnya. Shalat juga menjadi pembeda bagi umat Islam dengan agama-agama yang lain.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mendirikan shalat berjamaah di masjid karena pahalanya yang lebih besar. Seperti halnya hadits Nabi Muhammad yang berbunyi, “Shalat berjamaah itu lebih utama 27 rakaat daripada shalat seorang diri.”

Hanya saja, di zaman modern ini, dengan mobilitas yang sangat tinggi, banyak umat Muslim yang memilih sholat sendiri dibandingkan shalat berjamaah.

Surat Al Baqarah ayat 43 berisi perintah Allah SWT agar umat Islam melaksanakan shalat berjamaah.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Wa aqimus shalata wa atuz zakata warka‘u ma‘ar raki‘ina.

“Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS Al Baqarah:43).

Maksud rukuk di sini ialah shalat, sedangkan rukuk bersama orang-orang yang rukuk, ialah shalat bersama yang lain atau berjamaah. Sebagaimana juga dijelaskan dalam tafsir Kementerian Agama bahwa ayat ini turun setelah mengajak Bani Israil untuk memeluk Islam dan meninggalkan kesesatan, perintah utama yang disampaikan kepada mereka setelah larangan di atas adalah perintah untuk melaksanakan shalat. 

Dan laksanakanlah sholat untuk memohon petunjuk dan pertolongan Allah, tunaikanlah zakat untuk menyucikan hatimu dan menyatakan syukur kepada-Nya atas segala nikmat-Nya, dan rukuklah beserta orang yang rukuk, yakni kaum muslim yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad.

Penambahan perintah untuk rukuk setelah ada perintah untuk melaksanakan shalat, itu mengisyaratkan ajakan agar mereka memeluk Islam dan melaksanakan shalat seperti shalatnya umat Islam. Sedangkan dalam tata cara shalat orang Yahudi tidak dikenal gerakan rukuk.



TUGAS HARI INI 

SILAKAN DIBACA DAN DISIMPULKAN! 

TERIMA KASIH.....